Minggu, 11 Oktober 2020

Mental Health: Kamu dan Dirimu

 “Halah itumah cuma capek aja.”

“Jangan berlebihan, deh. Masalahnya gitu doang kok, nggak lebih berat dari masalahku.”

 

Tidak peduli adalah salah satu masalah terbesar manusia. Banyak dari mereka yang masih tidak mengetahui tentang kesehatan mental atau bahkan menyepelekannya. Malahan, di beberapa platform digital, orang yang berusaha berani menceritakan tentang kesehatan mentalnya justru mendapatkan komentar-komentar yang tidak pantas seperti dua kalimat pembuka di atas. Padahal, mental adalah bagian dari diri manusia. Kesehatan mental mungkin tidak terlihat langsung oleh mata kita, namun bukan berarti keberadaannya tidak lebih penting dari kesehatan fisik. Coba kita bayangkan bagaimana bisa manusia memiliki fisik yang kuat jika mentalnya lemah dan sebaliknya. Keduanya sama-sama penting dan harus kita jaga kesehatannya secara seimbang. Bahkan, dapat dikatakan kesehatan fisik berasal dari mental yang sehat.

Kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar yang memberikan dampak terhadap kepribadian dan perilaku seseorang. Peristiwa yang dapat mengganggu kesehatan mental contohnya seperti kekerasan rumah tangga, pelecehan, pembullyan, atau stres yang dialami dalam jangka panjang. Berdasarkan survei yang dilakukan PDSJKI, Tirto id dan Jurnal Pelayanan Kesehatan, masyarakat Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan mental mencapai persentase yang cukup tinggi. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran manusia tentang pentingnya menjaga kesehatan mental masih sangat minim. Untuk itu, kita perlu mengenali mental health dari dasarnya terlebih dahulu. Salah satunya adalah gejala-gejala yang kemungkinan dirasakan penderita gangguan kesehatan mental, yaitu sebagai berikut.     

  • Menarik diri dari lingkungan masyarakat
  • Rasa cemas dan ketakutan yang berlebihan
  • Merasa bingung, pelupa, marah, khawatir yang berlebihan
  • Insecure dan sangat merasa tidak percaya diri
  • Mengalami perubahan mood, gairah seks, dan napsu makan yang drastic
  •  Merokok, minum minuman keras, atau bahkan narkoba

Untuk menghindari  gejala-gejala di atas tentunya perlu dilakukan sebuah tindakan preventif. Menjaga kesehatan mental sebenarnya dapat dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, namun tidak semua orang mudah melakukannya. Cara yang paling mendasar adalah self love. Seperti di tulisanku sebelumnya, self love merupakan jalan terbaik untuk menerima dan memahami diri kita sendiri. Berikanlah dirimu waktu untuk dirimu sendiri. Me time, bukan hanya sekadar kalimat yang orang-orang tuliskan dalam caption Instagram mereka. Tetapi, itu adalah waktu dimana kamu menyempatkan diri untuk lebih dekat dan mengenal dirimu sendiri. Selain itu, lindungilah dirimu dengan memberikan batasan akan sesuatu. Tetaplah berada di zona nyaman mu jika kamu memang belum siap menghadapi masalah-masalah baru. Sungguh, itu tidak masalah dan itu tidak menandakan kamu lemah.

Lalu bagaimana jika sudah mengalami gejala-gejala di atas? Bantulah mereka dengan memberikan support terbaik kepada orang-orang disekitarmu, dengarkan mereka namun jangan memaksa mereka untuk bercerita. Apabila mereka melakukan self harm, carilah bantuan atau cara alternatif untuk mengatasi hal tersebut. Salah satunya adalah membuat tato kupu-kupu dan titik koma di pergelangan tangan serta mengganti cutting dengan es batu. Dengan melakukan hal ini, kamu sudah berpartisipasi dalam meningkatka kepedulian manusia terhadap kesehatan mental.

Namun, jika kamu sendiri yang merasakannya, opsi terbaik yang bisa ditawarkan adalah pergi menemui psikolog. Jangan sembarangan menceritakan masalahmu kepada orang yang belum kamu percaya sepenuhnya dan jangan memaksa mereka untuk mengerti posisimu, karena yang ada dan mengerti keadaannya hanya kamu dan dirimu. Psikolog itu mungkin orang asing bagimu, tapi percayalah dia akan membantumu keluar dari masalahmu.

 

Teman-teman titik koma, meskipun sudah terlambat sehari, aku mau mengucapkan selamat #WorldMentalHeatlhDay. Kamu tidak sendiri, kamu bersama jiwamu. Kamu tidak sendiri, kamu hanya belum menemukan tempat yang tepat untuk menceritakan kisahmu.

Terima kasih sudah berjuang untuk dirimu sendiri, terima kasih telah bertahan sejauh ini, put your ownself above everything else, you are matter! 🌻✨

Kamis, 01 Oktober 2020

Self Love is a Must: Stop Being So Hard on Yourself

 

“Orang lain kenapa bisa good looking, ya?”

“Kapan ya aku glow up?”

Ayo ngaku! Kita semua pasti pernah berpikiran seperti itu ketika bertemu orang lain yang kita anggap lebih cantik atau lebih ganteng dari kita. Mungkin kalian menganggap ini sebagai perasaan iri. Tapi pernah nggak sih kalian sadar kalau pikiran seperti itu datang karena kita belum menerima diri sendiri? Kita terlalu sering memerhatikan orang lain sampai-sampai kita lupa akan eksistensi diri ini. Selalu menganggap dia lebih cantik, dia lebih ganteng, dia lebih kaya, pokoknya mereka semua lebih deh dari kita. Belum lagi, mereka yang kita anggap lebih ‘baik’ itu ternyata berpikiran hal yang sama. Loh, kalau kaya gini jadi nggak ada akhirnya. Padahal, pada dasarnya manusia kan nggak ada yang sempurna.

Sifat alami manusia adalah tidak akan pernah merasa puas dan selalu menginginkan hal yang lebih seolah-olah kita tidak memiliki batasan. Dalam berprestasi dan pekerjaan mungkin ini merupakan hal yang sangat bagus. Tetapi, tentunya segala sesuatu yang berlebihan tidak akan berakhir dengan baik. Kita sangat sering memaksakan diri agar sesuai dengan standar orang lain sampai terkadang kita lupa untuk memerhatikan diri sendiri. Kita bahkan tidak sadar bahwa apa yang selama ini kita lakukan bukanlah ‘diri kita yang sebenarnya’. Alhasil, muculah rasa kehilangan percaya diri karena takut tindakan yang kita lakukan dinilai buruk oleh orang lain. Rasa insecure inilah yang dapat membuat kita depresi, stres, perasaan cemas yang berlebihan atau dengan kata lain merusak mental/psikis kita. Itulah mengapa masih banyak orang baik yang nggak ada lelah-lelahnya campaign tentang self love di segala media yang ada. Karena memang sepenting itu, bahkan penelitian membuktikan bahwa orang dengan mental yang sehat lebih rendah resiko terkena penyakit dan memiliki ketahanan dalam menghadapi kesulitan.

Jadi, sesuai dengan judulnya, aku di sini mau membagikan sedikit gambaran tentang self love yaitu bagaimana cara kita menerima dan mencintai diri sendiri. Your life is your own. Jangan biarkan orang lain yang tidak berhak atas dirimu menentukan siapa kamu sebenarnya. Sebenarnya melakukan self love itu bisa dimulai dari hal-hal kecil. Salah satunya, kita dapat menerima kenyataan bahwa kita dilahirkan sebagai ‘kita’. Berikut beberapa tips dalam membangun self love dengan sederhana.

1. Lihat ke bawah, jangan ke atas. Dengan melakukan ini, kamu bisa menjadi lebih bersyukur dan sadar bahwa realita setiap manusia tidak semuanya sama.

2. Berhenti memaksakan diri. Jangan menuntut dirimu untuk bisa melakukan segalanya, karena sesekali menjadi ‘nggak bisa’ itu bukanlah suatu kesalahan. Manusia memiliki kemampuan yang berbeda-beda.

3. Maafkan diri sendiri. Menyesal karena kesalahan diri sendiri selama berlarut-larut tidak ada gunanya. Maafkan kesalahanmu dan jadikanlah itu sebuah pelajaran berharga sehingga nantinya kamu tidak akan jatuh ke lubang yang sama.

4. Buat dirimu bahagia. Kamu tidak harus mendengarkan lagu bergenre jaz hanya untuk diterima orang lain. Kalau kamu sukanya dangdut, ya dengarkan saja. Selama kamu bahagia dengan apa yang kamu lakukan dan itu tidak merugikan orang lain, tidak ada salahnya.

5. Merawat diri. Tidur yang cukup, makan makanan yang enak dan minum minuman favoritmu juga salah satu bentuk mencintai diri sendiri. Karena dengan melakukan ini, tandanya kamu peduli dengan dirimu. Bukan hanya hati yang senang, tetapi tubuh juga.

Nah, jika kalian bisa menerapkan lima hal tersebut di atas tentunya banyak manfaat yang dapat kalian peroleh, diantaranya:

-    Lebih percaya diri sehingga memudahkan aktivitas

-    Terjaga dari penyakit mental seperti depresi, stres, dan lain sebagainya

- Membuat auramu menjadi lebih positif, atau bahkan kamu mungkin dapat menyebarkannya ke lingkunganmu.

-       Berproses menjadi pribadi yang lebih baik.

 

Sekiranya itu saja yang bisa aku bagikan, bila ada salah-salah kata mohon dimaafkan. Semoga tulisanku ini bermanfaat bagi kalian yang membacanya. Sampai jumpa lagi!

 

“Loving yourself isn't vanity; it's sanity.” – Katrina Mayer

Terima kasih! [spread love and positivity!] 💕💕💕

 

 

Kesehatan Mental Dalam Pendidikan di Indonesia

Isu kesehatan mental merupakan salah satu isu dewasa ini yang tidak habis diperbincangkan di berbagai platform media massa. Masalah ini dise...