“Halah itumah cuma capek aja.”
“Jangan
berlebihan, deh. Masalahnya gitu doang kok, nggak
lebih berat dari masalahku.”
Tidak
peduli adalah salah satu masalah terbesar manusia. Banyak dari mereka yang
masih tidak mengetahui tentang kesehatan mental atau bahkan menyepelekannya.
Malahan, di beberapa platform digital,
orang yang berusaha berani menceritakan tentang kesehatan mentalnya justru
mendapatkan komentar-komentar yang tidak pantas seperti dua kalimat pembuka di
atas. Padahal, mental adalah bagian dari diri manusia. Kesehatan mental mungkin
tidak terlihat langsung oleh mata kita, namun bukan berarti keberadaannya tidak
lebih penting dari kesehatan fisik. Coba kita bayangkan bagaimana bisa manusia
memiliki fisik yang kuat jika mentalnya lemah dan sebaliknya. Keduanya
sama-sama penting dan harus kita jaga kesehatannya secara seimbang. Bahkan,
dapat dikatakan kesehatan fisik berasal dari mental yang sehat.
Kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar yang memberikan dampak terhadap kepribadian dan perilaku seseorang. Peristiwa yang dapat mengganggu kesehatan mental contohnya seperti kekerasan rumah tangga, pelecehan, pembullyan, atau stres yang dialami dalam jangka panjang. Berdasarkan survei yang dilakukan PDSJKI, Tirto id dan Jurnal Pelayanan Kesehatan, masyarakat Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan mental mencapai persentase yang cukup tinggi. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran manusia tentang pentingnya menjaga kesehatan mental masih sangat minim. Untuk itu, kita perlu mengenali mental health dari dasarnya terlebih dahulu. Salah satunya adalah gejala-gejala yang kemungkinan dirasakan penderita gangguan kesehatan mental, yaitu sebagai berikut.
- Menarik diri dari lingkungan masyarakat
- Rasa cemas dan
ketakutan yang berlebihan
- Merasa bingung,
pelupa, marah, khawatir yang berlebihan
- Insecure
dan sangat merasa tidak percaya diri
- Mengalami perubahan
mood, gairah seks, dan napsu makan yang drastic
- Merokok, minum minuman
keras, atau bahkan narkoba
Untuk
menghindari gejala-gejala di atas
tentunya perlu dilakukan sebuah tindakan preventif. Menjaga kesehatan mental
sebenarnya dapat dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, namun tidak semua
orang mudah melakukannya. Cara yang paling mendasar adalah self love. Seperti di tulisanku sebelumnya, self love merupakan jalan terbaik untuk menerima dan memahami diri
kita sendiri. Berikanlah dirimu waktu untuk dirimu sendiri. Me time, bukan hanya sekadar kalimat
yang orang-orang tuliskan dalam caption
Instagram mereka. Tetapi, itu adalah waktu dimana kamu menyempatkan diri untuk
lebih dekat dan mengenal dirimu sendiri. Selain itu, lindungilah dirimu dengan
memberikan batasan akan sesuatu. Tetaplah berada di zona nyaman mu jika kamu
memang belum siap menghadapi masalah-masalah baru. Sungguh, itu tidak masalah
dan itu tidak menandakan kamu lemah.
Lalu
bagaimana jika sudah mengalami gejala-gejala di atas? Bantulah mereka dengan
memberikan support terbaik kepada
orang-orang disekitarmu, dengarkan mereka namun jangan memaksa mereka untuk bercerita.
Apabila mereka melakukan self harm, carilah
bantuan atau cara alternatif untuk mengatasi hal tersebut. Salah satunya adalah
membuat tato kupu-kupu dan titik koma di pergelangan tangan serta mengganti cutting dengan es batu. Dengan melakukan
hal ini, kamu sudah berpartisipasi dalam meningkatka kepedulian manusia
terhadap kesehatan mental.
Namun,
jika kamu sendiri yang merasakannya, opsi terbaik yang bisa ditawarkan adalah
pergi menemui psikolog. Jangan sembarangan menceritakan masalahmu kepada orang
yang belum kamu percaya sepenuhnya dan jangan memaksa mereka untuk mengerti
posisimu, karena yang ada dan mengerti keadaannya hanya kamu dan dirimu. Psikolog
itu mungkin orang asing bagimu, tapi percayalah dia akan membantumu keluar dari
masalahmu.
Teman-teman
titik koma, meskipun sudah terlambat sehari, aku mau mengucapkan selamat #WorldMentalHeatlhDay.
Kamu tidak sendiri, kamu bersama jiwamu. Kamu tidak sendiri, kamu hanya belum
menemukan tempat yang tepat untuk menceritakan kisahmu.
Terima
kasih sudah berjuang untuk dirimu sendiri, terima kasih telah bertahan sejauh
ini, put your ownself above everything
else, you are matter! 🌻✨
Tidak ada komentar:
Posting Komentar